Harvest Moon
Harvest Moon adalah sebutan untuk Bulan Purnama yang terjadi paling dekat dengan Hari Ekuinoks musim gugur di belahan bumi utara. Ekuinoks adalah fenomena astronomi ketika posisi matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa bumi, sehingga durasi waktu siang dan waktu malam di hampir seluruh penjuru bumi menjadi sama panjang, yakni sekitar 12 jam. Ekuinoks terjadi 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September
Keunikan
Di sekitar ekuinoks, sudut orbit bulan terhadap cakrawala timur di BBU sangat landai. Hal ini menyebabkan Bulan terbit di waktu yang sama selama beberapa malam. Bulan terbit hanya berselang 10 hingga 30 menit lebih lambat setiap malamnya (tidak seperti biasanya yang rata-rata 50 menit), sehingga memberikan waktu senja yang terang berturut-turut.
Terminologi
Istilah Harvest Moon terkait dengan tradisi masyarakat di Belahan Bumi Utara. Pada zaman dahulu, sebelum adanya listrik para petani di Eropa dan Amerika utara memanfaatkan cahaya bulan purnama untuk melakukan panen. Cahay bulan purnama dianggap sangat membantu aktivitas masyarakat meskipun matahari sudah terbenam. Bukan berarti bulan berubah warna ataupun berubah ukuran.
Di BBU, ekuinoks September menandai dimulainya musim gugur. Di periode inilah mayoritas tanaman pangan pokok (gandum, jagung, labu) siap dipanen secara massal sebelum musim dingin tiba. Sebaliknya, ekuinoks Maret di BBU menandai awal musim semi yaitu waktu untuk menanam.
DI BBS, keduanya terbalik. Namun, penamaan Harvest Moon lebih populer dan melekat pada ekuinoks September.
Hubungan dengan Supermoon
Harvest Moon identik dengan ekuinoks musim gugur, sedangkan Supermoon berkaitan dengan posisi bulan yang relatif dekat dengan bumi. Sehingga, Harvest Moon tidak selalu bersamaan dengan Supermoon.
Dampak
Dampak Fisik dan Alam
Pasang Purnama (Spring Tide)
Saat Harvest Moon terjadi, posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada hampir satu garis lurus. Gravitasi gabunagn ini menyebabkan pasang air laut yang lebih tinggi dari biasanyaPotensi Banjir Rob
Kenaikan pasang dapat meningkatkan risiko banjir rob di beberapa wilayah pesisir jika diiringi dengan faktor angin kencang atau gelombang tinggiBukan Pemicu Bencana Geologi
Tidak terkait dengan gempa bumi, tsunami, maupun letusan gunung berapi.
Dampak Visual
- Durasi terang lebih lama
- Ilusi Bulan berwarna Oranye/Amber
Ketika baru terbit dan posisinya masih rendah dari cakrawala, cahayanya harus menembus lapisan atmosfer Bumi yang tebal. Hal ini menyaring cahaya biru dan membiarkan cahaya oranye lewat. Sebagaimana Rayleigh Scattering, dimana cahaya dengan panjang gelombang pendek (biru dan ungu) akan dihamburkan ke segala arah. Sebaliknya, cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang dapat menembus tanpa banyak terganggu.
Saat baru terbit, sinar bulan datang dari sudut yang sangat landai atau sejajar dengan permukaan bumi. Akibatnya, cahaya harus menembus lapisan yang lebih tebal (40 kali lipat). Sedangkan ketika sudah tinggi, sinarnya jatuh tegak lurus langsung ke bumi, sehingga jalur atmosfernya lebih tipis dan meminimalkan efek Rayleigh. Akibat Harvest Moon (Ekuinoks September) pergerakan naiknya bulan ke atas langit berjalan lebih lambat, akibatnya durasi untuk mengamati efek kejinggaan ini menjadi lebih lama.